Perihal | UU No. 2 tahun 1989 | UU No. 20 tahun 2003 |
Jumlah bab dan pasal | 20 bab dan 59 pasal | 22 bab dan 77 pasal |
Fungsi pendidikan nasional | Belum ada fungsi untuk membentukwatak (karakter)peserta didik. | Sudah ada fungsi untuk membentuk watak (karakter) peserta didik. |
Jalur pendidikan | Hanya dua jalur pendidikan, yaitu: jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah | Ada tiga jalur pendidikan, yaitu: pendidikan formal, nonformal, dan informal. |
Alokasi dana pendidikan | Belum ada aturan alokasi dana pendidikan dari APBN. | Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (pasal 49 ayat 1) |
Badan hukum pendidikan | Belum ada badan hukum pendidikan. | Sudah ada badan hukum pendidikan, sebagaimana tertuang pada pasal 53 bahwa “penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentukbadan hukum pendidikan” |
Peran serta masyarakat dalam pendidikan | Hanya sebatas mitra pemerintah (pasal 47 ayat 1) “Masyarakat sebagai mitra Pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.” | Sudah ada aturan tentang dewan pendidikan dan komite sekolah (pasal 56 ayat 1) “masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melaluidewan pendidikan dankomite sekolah/madrasah.” |
Akreditasi | Belum ada aturan | Diatur dalam Bab XVI bagian kedua pasal 60 ayat 1, 2, 3, dan 4. |
Sertifikasi | Belum ada aturan | Diatur dalam Bab XVI bagian ketiga pasal 61 ayat 1, 2, 3, dan 4. |
Ketentuan pidana | Masih terbatas, hanya mengatur hukum pidana terkait dengan lulusan dan gelar akademik perguruan tinggi (pasal 55 dan 56) | Tidak hanya sebatas gelar akademik dan lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menyangkut jiplakan karya ilmiah dan penyelenggara satuan pendidikan (pasal 67 – 71). |
Kesetaraan | Belum ada ketentuan kesetaraan antara sekolah dengan madrasah | Madrasah setara dengan sekolah |
Pengembangan kurikulum | Belum ada aturan tentang pengembangan kurikulum | Pengembangan kurikulum diatur dalam pasal 36 (pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik). |